Jalan Menuju Puncak Bongkok Ciamis

Ohayo/konnichiwa/konbanwa temen-temen.. \(^∆^)/

Kali ini saya mau sharing informasi tentang salah satu spot pendakian istimewa yang terletak di Kabupaten Ciamis. Namanya Puncak Bongkok.


Puncak Bongkok adalah salah satu puncak dari Gunung Sawal. Dengan bentuk khasnya yang iconic dan terkesan gagah, puncak ini memiliki ketinggian di sekitar 1400 mdpl.

Jika temen-temen melihat Gunung Sawal dari wilayah yang berada di sebelah selatan kabupaten Ciamis, sepintas temen-temen akan langsung mengira bahwa Puncak Bongkok adalah puncak dari Gunung Sawal.. ya kan?

Eiiittss, tapi tahan dulu..
Meskipun Puncak Bongkok menjadi icon di latar belakang logo Kabupaten Ciamis, tapi itu tidak menjadikan Puncak Bongkok sebagai puncaknya Gunung Sawal ya.. \(>∆<)/

Karena titik tertinggi Gunung Sawal sendiri bila dilihat dari terrainnya, memiliki ketinggian sampai diatas 1700-an mdpl sementara Puncak Bongkok hanya berada pada ketinggian sekitar 1400-an mdpl.

Oke balik lagi ke pembahasan utama kita pada postingan kali ini ya. Kita akan membahas mengenai rute untuk mencapai Puncak Bongkok. Gimana? Asik ga nih topik nya? (>∆<)

Alasan kenapa saya tertarik membahas ini bareng temen-temen semua adalah karena sampai saat ini tidak sedikit temen-temen khususnya dari daerah Ciamis dan sekitarnya yang mau mencoba mendaki ke puncak ini tapi tidak tahu harus kemana. 

Bahkan ada beberapa yang sudah sampai di kaki gunungnya tapi harus rela gagal muncak karena masih sedikitnya informasi yang tersedia.

Oke langsung aja ya, dan mohon koreksi dari temen-temen semua apabila ada informasi yang kurang tepat.

Jalur Pendakian Puncak Bongkok

Untuk muncak di Puncak Bongkok, sejauh ini ada dua titik awal pendakian yang bisa dipakai.

Rute umum (sudah terverifikasi) adalah melalui dusun Palasari desa Sukahurip Kec. Cihaurbeuti.

Tempatnya berada di ujung jalan (buntu). Pendaki pada umumnya menggunakan tempat ini sebagai titik awal pendakian dan untuk menyimpan kendaraan.

Estimasi waktu pendakian untuk sampai ke puncak Bongkok dari basecamp Palasari kurang lebih selama 3 jam tergantung stamina masing-masing.

Ini link video youtube jalan menuju basecamp pendakian Gunung Bongkok Ciamis:

https://youtu.be/fOA6pdql0lQ

Jalur ini adalah jalur yang sama jika kita mau ke Curug Salosin temen-temen.

Rute ke 2, sebenarnya ini belum terverifikasi. Tapi berdasarkan informasi dari pendaki yang katanya sudah mencoba dari titik ini, pendakian ke gunung bongkok bisa juga melalui Bumi Perkemahan Datar Kondang (Buper Darkon) yang terletak di Dusun Cikujang Tonggoh Desa Sukamaju Kec. Cihaurbeuti, Kab. Ciamis.

Untuk lokasi lebih jelasnya, coba temen-temen search saja di google maps ya! Karena sekarang lokasinya sudah terdaftar di google maps.

Oh iya, kenapa saya bilang belum terverifikasi, karena waktu saya survey ke buper darkon dan bertanya kepada petani yang ada disana,

Saya: "a dari sini ada jalur ke Gunung Bongkok ga?"

Babang Petani: "teu aya a"

(Lah.. kumaha ieu?)
Gumam saya teh dalam jero hate.

Padahal dari pengakuan pendaki yang pernah ke puncak bongkok dari sini, katanya estimasi waktu pendakiannya lebih singkat, yakni hanya 2 jam saja.

FYI, waktu itu saya datang ke Puncak Darkon ini memang tidak mengagendakan untuk naik ke puncak bongkok, hanya untuk survey lokasi buper datar kondang nya saja. Jadi ya gitu.. belum bisa membuktikan sendiri sampai ke puncak bongkok lewat Buper Darkon ini.

Kalau disini ada temen-temen yang pernah ke Puncak Bongkok via Buper Darkon, share pengalamannya di kolom komentar ya..

Oiya.. Sebagai tambahan, direkomendasikan untuk TIDAK mendaki gunung ini pada malam hari. Karena jalurnya belum sejelas jalur pendakian gunung-gunung lainnya yang sudah biasa didaki.

Nah temen-temen, itu aja mungkin yang bisa kita bahas bareng-bareng saat ini. Mudah-mudahan bermanfaat.

Dan jangan lupa, buat temen-temen yang mau naik kesini, jaga kelestariannya ya..
Jangan kotori alam kita dengan sampah plastik. Bawalah kembali sampah temen-temen, jangan buang sampah di gunung.

Pendakian Sindoro via Sigedang


Hai Sahabat muncak,
Kali ini saya mau posting beberapa info dari pengalaman mendaki saya kemarin ke gunung Sindoro via Sigedang. Saya tertarik menginformasikan basecamp Sigedang ini, karena banyak calon pendaki yang beranggapan bahwa akses menuju Sigedang cukup rumit bila menggunakan transportasi umum, padahal menurut saya hal itu tidak benar sama sekali.

Pada postingan ini, saya tidak akan banyak basa-basi, saya hanya akan membahas 2 hal pokok saja. Yang pertama, transportasi umum menuju basecamp dan yang ke dua estimasi waktu pendakian.
Langsung saja yuk!

Jalur pendakian Sindoro via Sigedang ini diclaim sebagai rute pendakian Gunung Sindoro yang tercepat. Hal tersebut dikarenakan letak Basecamp Sigedang yang sudah berada pada ketinggian 1700 mdpl. Selain itu, kita juga akan mendapatkan bonus awal berupa view perkebunan teh.

Berikut ini adalah akses yang dapat digunakan menuju basecamp ini.

Transportasi umum yang dapat digunakan:

Dari kota mana saja anda berasal, silahkan pilih kendaraan yang menuju ke terminal Mendolo Wonosobo.

Setelah itu naik bis kecil atau elf tujuan Dieng.
Khusus bagi temen-temen yang berasal dari kota-kota yang terletak di arah sebelah barat Wonosobo seperti Jakarta, Bandung, Garut, Tasik atau Ciamis, kalian tidak harus sampai ke terminal Mendolo di Wonosobo, tapi bisa langsung turun sebelum masuk jalur terminal, tepatnya di pertigaan Jl. Ahmad Yani menuju Jalan Dieng. Biasanya disana sudah ada elf jurusan Dieng yang sedang “ngetem” dan sudah biasa menunggu para pendaki yang berasal dari arah Purwokerto (kota-kota sebelah barat Wonosobo).

Setelah itu tinggal bilang saja minta diturunkan di pertigaan Tambi (Rejosari), karena para supir/kondektur elf sudah faham betul bahwa pendaki yang naik elf mereka biasanya mau muncak ke Sindoro via Sigedang (Jalan Tambi) atau mau ke Prau via Patak Banteng.
Sebagai tambahan informasi, jalan menuju basecamp Sindoro via Sigedang dan Basecamp pendakian Prau via Patak Banteng berada di Jalan yang sama, karena terletak pada satu kecamatan yaitu kecamatan Kejajar, yang dilalui oleh Jalan Dieng. Hanya saja pertigaan Tambi (Jalan menuju basecamp Sigedang) berjarak lebih dekat atau berada sebelum basecamp Prau via Patak Banteng.

Selanjutnya, setelah temen-temen naik elf tujuan Dieng dan turun di pertigaan jalan Tambi, kemudian dilanjutkan dengan menggunakan ojek sampai basecamp Sigedang.
Untuk biaya ojek dari pertigaan Tambi menuju ke Basecamp Sigedang per tanggal 10 Juni 2019 yaitu Rp 15.000 ,- jika dilanjut sampai ke pintu masuk pendakian tinggal nambah lagi Rp 5.000,-

Etimasi Waktu:
Basecamp – Pintu Masuk (50 menit)
Pintu Masuk – Pos 1 (20 menit)
Pos 1 – Pos 2 (60 menit)
Pos 2 – Patok Besi (10 meit)
Patok Besi – Pos 3 (60 menit)
Pos 3 – Pos 4 (90 menit)
Pos 4 – Ladang Batu II (70 menit)
Ladang Batu II – Sabana (30 menit)
Sabana – Segoro Wedi (5 menit)
Segoro Wedi – Puncak (10 menit)
Total estimasi waktu naik 6-7 jam, sementara estimasi waktu turun 4-5 Jam.


Untuk camp area di Gunung Sindoro via Sigedang ini, petugas basecamp membatasi lokasi pendirian tenda berada dibawah pos 4.

Jika temen-temen ingin melihat oleh-oleh saya dari Sindoro, silahkan liat beberapa capturan berikut ini:













Itulah beberapa informasi yang dapat saya bagikan pada postingan kali ini. Semoga Bermanfaat.

Gunung Prau, Dieng

Ohayo/konnichiwa/konbanwa mina..
Apakabar?

Kali ini saya mau berbagi pengalaman touring plus camping saya kemarin. Tepatnya September 2016. Destinasinya yaitu... taarrraaa... (kayak apa aja ya -_- ) hihi
Gunung Prau.

Yap, Gunung Prau terletak di Dieng Plateau Area kabupaten Wonosobo.
Dieng Plateau Area
Pada pendakian kemarin, saya muncak via pos pendakian Patak Banteng. Perjalanan dimulai dari tatar Galuh Kabupaten Ciamis dengan munggunakan sepeda motor. Jadi judulnya teh camping yang diawali touring dulu. Emejing kan?? :')  ~ Haih ~

Tapi asli, seru loh.. dari Ciamis saya memulai perjalanan pukul 07.00 WIB dan sampai di Dieng tepatnya pos pendakian Patak Banteng pada pukul 18.00 WIB. Sebelas jam perjalanan, mantap! :')
Basecamp Patak Banteng
Setibanya di pos pendakian, saya dan rengrengan touring langsung isoma dan mendaftarkan diri di pos registrasi pendakian gunung Prau sambil mengurus adminisrtrasi penitipan barang dan kendaraan. Curhat dikit nih, disini suhunya dingin banget.. dingiiin banget. Saking dinginnya, tangan saya sampe ga bisa digerakin dengan normal. Ditambah emang saya udah kehujanan semenjak masuk daerah Wonosobo. Huhu

Tak lupa, di pos ini perlengkapan mendaki dan perbekalan pun dilengkapi. Bagi temen-temen yang tidak membawa perlengkapan camping, tak perlu khawatir. Karena ditempat ini banyak kedai yang menyewakan peralatan dan perlengkapan mendaki komplit dengan biaya yang relatif terjangkau. Pokoknya tenang aja deh gaes.

Singkat cerita, pendakian pun dimulai. Saya sama temen temen dan pendaki lainnya yg udah standby dari sore, akhirnya memulai pendakian selepas isya atau sekitar pukul 19.00 WIB. Pendakian dilakukan saat hujan sedang turun dengan derasnya.

Hujan deras menemani saya menapaki rute pendakian Gn. Prau yang langsung "nanjak" berupa anak tangga di wilayah perumahan warga. Rute ini akan membawa kita ke perkebunan sayur dan tembus ke jalan berbatu yg merupakan akses dari jalur pendakian. Ada 3 pos yang terdapat di jalur pendakian ini dan jaraknya relatif dekat. Pendakian dari basecamp ke puncak memakan waktu kurang lebih 2 sampai 3 jam. Sebenarnya, jarak tempuh rute pndakian Gn. Prau relatif dekat, tapi kecuraman medannya memang benar-benar emejing.

Setibanya di puncak, rasa dingin dan lelahpun semakin menjadi. Lutut yang noroktok pun terus dipaksa untuk bekerja memasang tenda demi terciptanya kedamaian dunia. (Dunia peristirahatan dan pengenyangan maksudnya :'v).

Setelah selesai memasang tenda dan memasak, saya sama temen temen memutuskan untuk langsung beristirahat. Udara dingin benar benar menusuk tulang. Bahkan setelah memakai pakaian hangat dan berlindung didalam sleeping bag pun, tetap saja tubuh ini terasa membeku.

Kami pun membagi kelompok menjadi 2 tenda, dengan seluruh anggota dalam tiap tenda adalah laki-laki. Waktu terasa berputar lebih lama dari biasanya. Dan tanpa sadar kami pun berpelukan.. (loh loh, ini cerita apa -_- )

Disini, anda tidak akan merasa sepi. Karena obrolan dan gelak tawa para pendaki tidak pernah berhenti saling bersahutan. Meskipun tidak saling mengenal dan berasal dari daerah yg berbeda beda, tapi disini semua menyatu seperti keluarga.

Malam hari menjelang subuh, semua pendaki berbondong-bondong menuju titik terbaik mencuri sunrise. Dan saya sempat kaget juga, saya kira suara semalam hanya berasal dari ratusan orang saja, pas keluar tenda, buseet dah.. ada ribuan orang ternyata yang muncak. Udah kayak di festival aja deh pokoknya.
Camping area Gunung Prau
Hebatnya, camping area di Gunung Prau ini tidak pernah kehabisan lahan. Bahkan, menurut laporan warga setempat jika beberapa hari sebelum ramadhan, jumlah pendaki di gunung ini bisa mencapai 36.000 orang. Etdah..
Beautiful flower from Prau
Oke gaes, itu lah cerita muncak saya kemaren. Mudah-mudahan bisa sedikit menjadi bahan informasi bagi temen temen yang mau muncak ke Prau untuk melihat Sunrise di Dieng ditemani indahnya pemandangan gunung Sindoro dan Sumbing yang saling berdiri berhadapan dengan gagah.
View Sindoro Sumbing
from Prau
Terimakasih. Salam #PesonaIndonesia

Gunung Galunggung: Alternatif Wisata Malam di Tasikmalaya

Sampurasun.. gimana nih libur panjang akhir pekan sobat blogger semua? Rame?
Pasti dong yah.. ada yang naik gunung, ada yang rekreasi bareng keluarga atau temen, ada juga yang pengen istirahat total di rumah setelah penat dengan kerjaan masing-masing.

Kali ini saya mau sharing wisata malam keren yang ada di Tasikmalaya. Saya mau berbagi info ini karena siapa tau ada temen temen yang lagi butuh referensi tempat untuk menikmati indahnya alam, tapi cuma punya waktu libur yang singkat.
View kota Tasikmalaya dari Gn. Galunggung
Kemana yah...?? Yap, Galunggung mungkin adalah referensi yang pas buat temen temen yang ada di kota Tasikmalaya dan sekitarnya.

Kemarin saya punya sisa waktu libur sehari, kebetulan temen dari luar kota dateng dan ngajak main. Karena cuma punya waktu yang singkat tapi tetep pengen kumpul, adventure dan bersantai dalam satu kegiatan, akhirnya kita memutuskan untuk menghabiskan waktu bersama di Gn. Galunggung.
Kawah Gunung Galunggung
Saya sama temen temen mulai kegiatannya dari pukul 01.00 WIB. Karena kebetulan temen yang dari luar kota dateng di salah satu pool bis ternama di kota Tasikmalaya pukul 00.30 WIB. Jadi, acara pertama adalah nongkrong sambil ngopi di warkop pinggir jalan.
Nongkrong di pinggir jalan sekitar Tasikmalaya
Setengah jam kemudian, kami memutuskan untuk berangkat ke TKP yaitu kawah Gn. Galunggung. Dan akhirnya perjalanan pun dimulai tepat pukul 01.00 WIB. dari Pool bis yang tepatnya berada di daerah Indihiang.

Hanya membutuhkan waktu sekitar satu jam menuju Gn. Galunggung bila menggunakan sepeda motor. Kebetulan jalan menuju Gn. Galunggung kondisinya baik karena sudah dihotmix sampai ke tempat pemandian air panasnya.

Sesampainya di Galunggung sekitar pukul 02.00 WIB, kami tidak langsung naik ke kawah. Udara dingin yang menusuk dan lelah setelah perjalanan membuat kami memutuskan untuk menghabiskan waktu menikmati hangatnya berendam di kolam pemandian air panas yang dibuka 24 jam non stop. Dan benar saja, rasa dingin,  lelah dan otot otot yang tegang pun hilang dan berhasil dibuat rileks setelah berendam air panas.
Pemandian air panas Gn. Galunggung
Tanpa terasa, waktu sudah menunjukan pukul 03.00 WIB. Akhirnya kami pun beranjak dari pemandian air panas dan langsung membilas tubuh. Setelah itu, pada pukul 03.30 WIB, kami pun melanjutkan perjalanan untuk naik ke kawah Gn. Galunggung. Perjalanan ke kawah hanya membutuhkan waktu sekitar 15 menit dari kolam pemandian air panas.
View dari tempat parkir atas Gn. Galunggung
Setibanya di parkir kawah pukul 03.45 WIB, kami langsung memesan makanan  untuk mengisi perut dan menghangatkan badan. Tempat ini sangat strategis untuk jadi perhentian sementara, karena disini terdapat warung warung dan mesjid yang dibuka 24 jam. Disini juga ada tempat penyewaan tenda dan peralatan camping. Jadi bagi para pelancong yang berniat untuk menghabiskan waktu lebih lama di Gn. Galunggung, ga usah khawatir kalo ga bawa tenda.

Setelah puas makan sambil disuguhi indahnya kerlap kerlip cahaya lampu kota Tasikmalaya, akhirnya kami pun naik ke kawah untuk berburu sunrise.
Sunrise di Gunung Galunggung
Dari tempat parkir menuju kawah hanya membutuhkan waktu 15 - 30 menit (tergantung stamina masing-masing) dengan menaiki 600 buah anak tangga. Dan akhirnya, mulai dari saat menaiki anak tangga sampai tiba di kawah, kita akan disuguhi pemandangan yang amazing.

Kawah Galunggung masih tertutup awan
Itulah cerita liburan saya kemaren. Mudah-mudahan bisa memberi inspirasi buat temen temen semua yang mau mengisi waktu liburan tapi dengan waktu yang singkat. Oke gaes, segitu aja infoh dari saya. Salam adventure dan dan #SalamPesonaIndonesia

at Galunggung, Tasikmalaya


Kenapa mesti camping sih?

sumber gambar: travel.detik.com
Saat melihat bintang bertaburan di bentangan langit yang luas, ada ketenangan dan kebahagaiaan yang terasa di dalam hati. Saat melihat gunung tinggi menjulang dengan kokoh, ada kekaguman yang berdecak di dalam kalbu. Dalam hati pun tercipta asa ingin rasanya menjadi bagian dari keindahan tersebut. Hal sederhana itu lah yang mendorongku melangkahkan kaki menapaki jalan menuju ketinggian. Bersatu dengan alam, menghirup udara yang segar dan menikmati setiap helaan nafas.

Sesederhana itu lah motivasi awal ku memutuskan untuk menjadi  penikmat alam yang sama sekali tidak merasa keberatan meninggalkan kenyamanan tidur di kamar dengan kasur yang empuk, digantikan dengan tempat tidur beralaskan matras diatas tanah dan beratapkan langit. Hanya tenda yang menjadi pelindung bila cuaca buruk terjadi.

Bagi sebagian orang, mungkin hobi ini adalah sesuatu yang sama saja dengan menyengsarakan diri sendiri. Tidak dapat dipungkiri bahwa persepsi tersebut memang tidak dapat disalahkan. Karena menurut logika pun memang seperti itu lah kenyataan yang terlihat. Tapi, itu hanya menurut pandangan secara fisik saja, karena bahagia dan sengsara itu adanya di dalam hati. Seseorang tidak akan tahu seperti apa rasanya menyatu dengan alam sebelum mereka mencobanya.

Yang jelas camping mengingatkan para pegiatnya tentang sesuatu. "Nikmat tuhan mu yang mana yang akan kamu dustakan?" Dan camping menjadi jalan untuk menemukan rasa dalam sanubari para pendaki sehingga mereka akan berkata "Aku jatuh cinta, pada ciptaanMu. Aku jatuh cinta, pada keagunganMu. Aku jatuh cinta, pada Mu".

Jadi, jika kalian bertanya mengapa orang- orang kok bisa suka sama kegitan camping? Jawabannya adalah "coba dan rasakan saja sendiri".
sumber gambar: www.satyawinnie.com



Tips saat mendaki Gunung

Ohayo/konnichiwa/konbanwa mina san..
Sampurasun.. :D

Musim penghujan sudah tiba nih. Bahkan lagi gede gede nya. Huhu.. Trus apa kabarnya nih para pendaki? Rehat dulu sambil ngeberesin kerjaan yang numpuk? Atau ngumpulin budget buat mendaki lagi pas musim kemarau? Atau tetep exist mendaki meski musim hujan melanda?

Itu terserah masing2 aja ya.. yang jelas kali ini berhubung lagi musim hujan, kita gak akan membahas tempat camping. Tapi, kita akan membahas beberapa tips saat melakukan pendakian.

Kali ini kita akan membahas dasar-dasarnya saja, soalnya nyang nulis juga bukan expert. Haha
Oke langsung aja ya, cekidot..

Persiapan matang

Tips yang pertama saat akan melakukan pendakian adalah persiapan yang matang. Apalagi kalau mau camping di musim hujan, persiapan pun jadi harus lebih extra. Pastikan perlengkapan pendakian dan logistik jgn sampai ada yang terlewat.

Perencanaan

Berikutnya, masuk ke tahap awal pendakian. Pastikan kita sudah menyiapkan perencanaan yang matang. Carilah informasi mengenai tempat / gunung yang akan kita daki sedetail mungkin.

Jika kita tidak melakukan solo hiking, biasakan breefing terlebih dahulu dengan semua anggota tim sebelum kita melakukan pendakian. Hal ini diperlukan agar tidak terjadi misscommunication saat kita sudah berada di jalur pendakian.

Saat kita mendaki secara berkelompok, jangan dibiasakan untuk berpisah dengan anggota tim kita. Jangan mendahului (meninggalkan) rekan kita di belakang.

Dan yang terpenting, jangan lupa berdoa dulu sebelum berangkat untuk meminta ridho dan perlindungan dari Alloh SWT.

Dan jangan terlewat pula minta lah izin dari orang tua atau kerabat. Beritahukan tujuan pendakian kita. Jangan sampai keluarga kita tidak mengetahui kita pergi kemana.

Pilih rute pendakian yang tepat

Tips selanjutnya adalah tips ketika kita sudah masuk tahap pendakian. Ketika kita melakukan pendakian, usahakan kita selalu mengikuti jalur legal yang sudah disediakan pengelola. Jangan mencoba untuk memotong kompas atau membuat jalur baru.

Jika kita mendaki gunung yang belum terbuka untuk umum, biasakan menyusuri punggungan gunung. Jangan sampai kita berjalan menyusuri lembah, karena biasanya di lembah itu banyak jalan buntu dan jurang yang tak terlihat karena tertutup tumbuhan. Hal ini bertujuan untuk memudahkan kita dalam melihat kondisi sekitar. Sehingga, kemungkinan untuk tersesat dan terjadi kejadian yang tidak diinginkan menjadi lebih kecil.

Jika kita melakukan pendakian di gunung yang masih perawan (jarang didaki) jangan segan untuk meninggalkan jejak yang mudah dikenali. Misalnya, Kita bisa mengikatkan kain perca atau apapun dengan warna sama dan mencolok pada tumbuhan (semisal : kaliandra) yang terdapat pada rute perjanan kita. Usahakan jejak yang kita tinggalkan jangan sampai memberi dampak yang besar dalam merusak lingkungan.

Periksa cadangan air dan logistik

Tips selanjutnya, bawalah air minum secukupnya (jangan kurang tapi juga jangan berlebihan). Karena itu, sekali lagi pastikan kita memiliki informasi sedetail mungkin mengenai gunung yang akan kita daki. Jadi kita bisa menentukan berapa jumlah air yang harus kita bawa dan logistik apa saja yang dibutuhkan.

Selalu pastikan kita memiliki cukup cadangan air minum selama perjalanan. Jangan sampai kita mengalami dehidrasi saat pendakian, karena akibatnya bisa sangat fatal.

Gunakan pakaian yang tepat

Tips berikutnya, untuk melindungi suhu tubuh kita dari suhu dingin ketika sudah mendirikan tenda atau juga saat sumit attack ke puncak gunung, pakailah pakaian yang dapat menjaga suhu tubuh agar selalu hangat. Jangan lupa gunakan pula sarung tangan, kaos kaki dan penutup kepala yang menutupi telinga. Karena biasanya hawa dingin akan lebih mudah mempengaruhi tubuh kita melalui bagian-bagian tersebut.

Gunakan rute turun yang aman

Tips yang tak kalah penting berikutnya adalah ketika sedang turun gunung. Biasakan untuk mengikuti rute yang tersedia. Atau ikuti rute yang kita pakai saat naik jika gunung tersebut masih perawan. Jangan terpancing untuk memotong jalur karena ingin lebih cepat sampai, tanpa pengetahuan yang detail mengenai kontur gunung dan rute yang kita lewati. Karena kebanyakan pendaki tersesat justru pada saat memotong jalur ketika menuruni gunung. Ingat, biasakan mengikuti rute dan jangan berlari.

Hal ini juga dimaksudkan untuk dapat menghindarkan kita dari resiko yang fatal akibat terjatuh atau terguling dari ketinggian. Karena tak jarang saat menuruni gunung, kita tidak dapat mengontrol pergerakan badan kita yang dipengaruhi kemiringan dan keterjalan rute unpredictable yang kita lewati.

Jagalah kelestarian lingkungan

Saat kita mendaki gunung, perhatikanlah kelestarian alam yang kita datangi. Jangan merusak, jangan mencorat-coret. Jika kita mendaki di gunung yang termasuk Taman Nasional atau tempat2 yang dilarang membuat api unggun, jangan pernah memaksa membuat api unggun.

Terkecuali jika kita mendaki ke tempat yang memang diperbolehkan untuk membuat api, baru kita boleh membuat api unggun. Tapi, pastikan api yang dibuat tidak terlalu besar. 

Saat mau masuk ke tenda untuk tidur, matikan terlebih dahulu api yang kita buat. Pastikan jangan sampai meninggalkan bara api yang masih menyala.


Itu lah beberapa tips mengenai pendakian yang dapat kita share kali ini. Mudah- mudahan Alloh selalu melindungi kita setiap melakukan pendakian, sehingga dapat terhindar dari kejadian yang tidak diinginkan. Jangan lupa untuk selalu meniatkan pendakian kita dalam rangka mentafakuri keagungan Alloh yang menciptakan alam ini dengan kebesaran dan keagungan Nya.

Terakhir, mari kita jaga kelestarian alam kita dengan tidak meninggalkan sampah di gunung. Salam pecinta alam dan salam #PesonaIndonesia. 

Tempat camping di Ciamis

Pegunungan Sawal
Kab. Ciamis

Sampurasun lur..
Salam adventure 'n salam #PesonaIndonesia

Langsung aja yah. Sebagaimana judul yang disuguhkan pada artikel ini, kali ini kita akan membahas beberapa spot camping plus tempat tempat yang mesti dikunjungi kalau kita bermain di sekitaran gunung Sawal kabupaten Ciamis.

Bukit Golkar

Tempat yang pertama akan kita bahas adalah spot camping Bukit Golkar. Tempat ini berada di kecamatan Sindangkasih.

Rute yang dapat ditempuh untuk menjangkau spot ini cukup banyak. Diantaranya adalah jalur Cireong melalui Desa Sukasenang dan satu lagi melalui Pos Gunung Golkar yang terletak di Desa Darmacaang.
Bukit Golkar, Ciamis

Rute yang melalui Sukasenang ini adalah rute yang sama dengan jalan menuju tempat wisata Cireong. Karena letak bukit golkar ini berada di dekat tempat wisata tersebut.

Jika anda menggunakan jalur ini, jangan lupa juga untuk singgah dulu di Situ Rancamaya.
Situ Rancamaya, Ciamis

Rute yang ke dua adalah via Pos Gunung Golkar yang berada di Desa Darmacaang. Disini pihak pengelola menyediakan lokasi untuk tempat parkir kendaraan.

Untuk mencapai tempat ini, temen-temen bisa cek sendiri lokasinya menggunakan google maps dengan mengetik "pos gunung golkar Darmacaang Ciamis".

Jalur yang memanjakan
Bukit Golkar

Spot camping Bukit Golkar ini dapat ditempuh dengan menggunakan sepeda motor sampai di camping areanya.
Trek pendakian Bukit Golkar

Keistimewaan dari spot camping ini adalah kita akan disuguhi indahnya pemandangan kota Tasikmalaya dan sekitarnya dari atas ketinggian.

Pemandangan tersebut akan terlihat lebih sempurna jika kita melihatnya pada malam hari. Kita akan disuguhi lautan cahaya yang terhampar sejauh mata memandang.

Kalau temen-temen mau camping disini, jangan lupa juga untuk menikmati segarnya aliran sungai Cireong ya. Sueggeeerr bgt loh. Hehe
Cireong, Bukit Golkar, Ciamis

Batucakra
Tempat kedua adalah Spot camping Batucakra. Di spot ini, ada 2 tempat untuk mendirikan tenda.

Yang pertama berada di bawah (masih termasuk area rekreasi keluarga) yang berada di dekat pintu gerbang dan tempat parkir. Tempat ini memiliki fasilitas kebersihan seperti WC dan mushola. 

Sedangkan tempat yang ke dua adalah puncak move on, ~entah kenapa alasannya diberi nama seperti itu~ yang lokasinya berada di atas tempat pertama.

Spot hutan pinus Batucakra sendiri berada di Desa Darmacaang Kecamatan Cikoneng.
Pinus Batucakra, Darmacaang - Ciamis

Jalur menuju spot ini adalah jalur yang biasa digunakan angkot 14 dari terminal Sindangkasih.

Di tempat ini, kita juga akan disuguhi indahnya panorama kota Tasikmalaya dan sekitarnya dari atas ketinggian.

Perbedaan antara spot ini dengan spot yang sudah kita bahas sebelumnya diatas adalah di spot ini kita akan disuguhi pula indahnya hutan pinus yang tertata rapi diatas hamparan rumput hijau yang sangat terawat.
Pinus Batucakra, Darmacaang

Pokoknya.. beuuhh lah. Selain dijadikan spot camping, tempat ini juga biasa dijadikan sebagai tempat rekreasi keluarga pada siang hari.

Tugu
Tempat ketiga yang akan kita bahas adalah spot camping Tugu. Tempat ini terletak di Kecamatan Sadananya.

Temen-temen bisa sampai ke tempat ini dengan mengikuti angkot 05 dari terminal Ciamis atau angkot 18 dari terminal Sindangkasih. Kedua angkot tersebut memiliki laste yang sama yaitu terminal Gunungsari.

Dari terminal ini, temen-temen tinggal melanjutkan perjalanan sampai ke spot Tugu.

Jika kita camping disini, jangan lupa untuk singgah dan mandi di Cadas ngampar.
Cadasngampar, Sadananya - Ciamis

Batu Datar

Tempat keempat yang akan kita bahas berikutnya terletak di Desa Bangbayang kec. Cipaku. Namanya adalah spot camping Batu Datar.

Keistimewaan spot ini adalah posisinya yang strategis untuk melihat sunrise dilengkapi gunung Slamet dan Gunung Ciremai sebagai backgroundnya. Tapi itu kalo temen-temen beruntung ya. Soalnya kalau cuaca tidak mendukung, terkadang pemandangan dua gunung tersebut tertutupi oleh awan.

Selain itu, disebelah selatan spot ini terdapat gua yang konon pernah digunakan oleh DI/TII sebagai basecamp. Ada kemungkinan bahwa gua yang dimaksud adalah gua yang sama yang dapat dijangkau dari spot camping Bukit Golkar Kecamatan Sindangkasih.

Curug Cibolang

Spot camping kelima adalah spot camping yang sudah cukup terkenal. Hal tersebut karena tempat ini merupakan salah satu tempat wisata andalan Kabupaten Ciamis. Namanya adalah Curug Cibolang.
Mendadak Camping
Curug Cibolang

Curug ini terletak di Desa Sandingtaman Kecamatan Panjalu. Curug ini juga biasa disebut dengan nama Curug Tujuh. Penamaan curug tujuh ini dikarenakan jumlah curug yang ada di spot ini berjumlah tujuh buah.

Karantenan

Spot camping keenam dan termasuk yang teristimewa adalah Karantenan Panjalu. Spot ini berada di jalur alternatif antara kecamatan Panjalu dan Panumbangan via Desa Mandalare.

Block Karantenan ini adalah puncak tertinggi dari Gunung Sawal, dengan ketinggian 1.764 mdpl. Jadi bisa dibilang ini lah puncak dari Ciamis. Karena itu lah spot ini menjadi sangat spesial.

Ciri dari spot ini adalah terdapatnya beberapa kolam di puncaknya.

Karantenan, Panjalu - Ciamis

Bila temen-temen ingin mencoba menjajaki spot ini, saya merekomendasikan untuk memilih rute dari Panjalu.

Dari alun-alun Panjalu (Taman Borosngora) temen-temen tinggal menuju perempatan dekat alfamart kemudian belok kiri ke arah selatan menuju Desa Mandalare. Kemudian menanyakan daerah Karantenan yang berada di Dusun Tembong Desa Kertamandala.

Sesampainya di sana, temen-temen terlebih dahulu menemui kuncennya untuk meminta ijin. Setelah mendapat ijin, kita akan diantar sampai ke spot camping disamping kolam yang ada di lokasi ini.

Dan jangan lupa, jika temen-temen berminat ke spot Karantenan ini, singgahlah juga di Curug Kertabraya, Puncak Baros dan Situ Lengkong Panjalu ya.

Situ Lengkong, Panjalu - Ciamis

Batu Ampar

Oke lanjut. Spot berikutnya adalah Batu Ampar. Spot ini berada di kecamatan Panumbangan.

Disini kita akan disuguhi aliran sungai yang mengalir diatas amparan batu yang sangat besar.

Cuaca disini cendrung berubah ubah, dan seringnya adalah terjadi hujan. Sehingga udara pun cendrung sejuk dan basah.

Didekat lokasi ini, ada 2 spot camping yang recomended. Yaitu Puncak Puspa dan Puncak Jamiaki.

Puncak Bongkok

Spot terakhir yang akan kita bahas adalah Puncak Bongkok. Puncak Bongkok adalah salah satu puncak dari Gunung Sawal.

Ciri khas dari spot ini adalah puncaknya yang terlihat sompak dari kejauhan. Adapun penyebabnya karena puncak Puncak Bongkok ini memiliki tebing yang relatif curam dan tinggi.

Puncak Bongkok, Ciamis

Spot ini adalah spot yang paling membuat orang penasaran untuk mencapainya. Ketinggiannya berada disekitar 1400 mdpl. Jalur pendakian Puncak Bongkok sendiri memiliki 3 buah pos.

Adapun estimasi waktu pendakian yang dibutuhkan untuk sampai ke puncaknya kurang lebih sekitar 2 sampai 3 jam, tergantung stamina masing-masing.

Ada dua rute yang dapat ditempuh untuk mencapai Puncak Bongkok ini. Rute yang pertama dan paling umum adalah via basecamp Palasari, yang terletak di Dusun Palasari Desa Sukahurip Kec. Cihaurbeuti Kab. Ciamis.

Titik ini berada di ujung jalan perkampungan, dengan sebuah warung di penghujung jalan dan sebuah gapura gang kecil sebagai tandanya.

Untuk simaksi, pendaki bisa mengurusnya ditempat ini yang biasanya dikelola oleh karang taruna setempat. Sementara parkir motor berada dibelakang basecamp.

Sementara rute kedua adalah melalui Bumi Perkemahan Datar Kondang (Buper Darkon) yang terletak di Dusun Cikujang Tonggoh Desa Sukamaju Kec. Cihaurbeuti, Kab. Ciamis. Search saja di google map ya!

Merangkum informasi dari pendaki yang berhasil mencapai puncak Bongkok dari titik ini, katanya untuk kendaraan bisa kita simpan di parkiran Buper Darkon. Dan dari lokasi tersebut kita tinggal melanjutkan pendakian ke Puncak Bongkok dengan estimasi waktu pendakian kurang lebih 3 jam sampai ke puncaknya.

For your information, di sekitar spot ini juga ada beberapa tempat wisata, diantaranya lembah Cibaruyan, Curug Salosin, dan sepertinya masih banyak lagi potensi-potensi wisata  lainnya yang masih perlu dikembangkan.

Oke temen-temen, itu lah beberapa spot camping yang terdapat di sekitaran gunung Sawal Kabupaten Ciamis. Sebenernya masih banyak lagi tempat lainnya yang seru buat diexplore. Mudah-mudahan next time dipostingan berikutnya bisa kita bahas bareng-bareng.

Terus sorry juga kalo foto2nya belum komplit ya, alesannya sih cuma mau pake foto hasil jepretan sendiri.. demi menjaga keorisinilan postingan. (Soalnya masih ada blogger yang ga kreatif bikin konten sendiri sehingga main comot postingan ini dan dicopas seenaknya terus diedit-edit dikit) Hehe..

Tapi buat mentemen yg pengen liat liat gambarnya  ga usah khawatir, tinggal search aja di instagram. Banyak kok..
Terakhir, terimakasih dan salam #PesonaIndonesia

Talaga Bodas

Talaga bodas adalah sebuah kawah belerang yang menjadi salah satu objek wisata di kabupaten Garut. Secara geografis, letak Talaga bodas ini berada di perbatasan Kabupaten Garut dengan Kabupaten Tasikmalaya. Namun secara administratif, Talaga bodas termasuk wilayah Kabupaten Garut.

Talaga ini dibuka pada jaman kolonial belanda dan sudah dijadikan sebagai destinasi wisata luar negri oleh orang-orang belanda pada waktu itu. Kandungan belerang yang terdapat di telaga ini cukup tinggi. Bau yang menyengat sudah dapat tercium ketika kita masuk ke area talaga bodas. Belerang ini lah yang menjadikan warna air menjadi putih kehijauan.
Jika anda tertarik untuk mengunjungi tempat ini, ada dua jalur yang dapat ditempuh. Jalur yang pertama adalah trek tanjakan berbatu melalui kecamatan Cisayong - Karaha  - Talaga bodas. Jalur ini sangat cocok untuk offroader yang ingin berpetualang menggunakan kndaraan 4wd. Sementara jalur ke dua adalah trek mulus dengan jalan berhotmix dari kecamatan Wanaraja menuju Talaga bodas.

Bagi anda calon wisatawan yang berasal dari luar kota dan ingin menikmati indahnya panorama Talaga bodas, saya merekomendasikan untuk memilih jalur yang ke dua. Dari kota anda berasal anda boleh melewati jalur manapun yang masuk ke Kabupaten Garut untuk bisa sampai ke alun - alun Kecamatan Wanaraja. Salah satu jalur alternatif yang dapat anda gunakan adalah pertigaan Bandrek. 

Jalur ini akan membawa anda dari Jalan raya provinsi III (rute Tasik - Malangbong - Bandung) menuju Wanaraja via Bandrek. Saya merekomendasikan pertigaan Bandrek karena jalannya baru selesai dihotmix. Sehingga perjalanan anda akan mulus lancar jaya sentosa. Dan anda hanya akan menemukan jalan aspal kampung di area dekat Talaga bodasnya saja. Selain dari Bandrek, anda juga bisa masuk melalui pertigaan jalan Sasak beusi dan Jalan Cagak.

Meskipun di kecamatan Wanaraja tidak ada papan penunjuk arah menuju Talaga Bodas, tapi menemukan rute talaga bodas tidak terlalu sulit. Patokannya adalah alun-alun kecamatan Wanaraja yang bersebrangan dengan Mesjid agung kecamatan Wanaraja. Dari sini, anda tinggal mencari pertigaan menuju talaga bodas. Pertigaan ini berada disamping utara alun-alun dan berjarak sekitar 20 meter dari mesjid agung kecamatan Wanaraja. Agar terhindar dari kesalahan mengambil jalan, lebih baik anda menggunakan GPS/Maps pada gadget anda. Selain itu, jangan segan untuk bertanya juga kepada warga setempat.

Setelah masuk pertigaan dari alun-alun Wanaraja menuju Talaga bodas, anda akan disuguhi perkebunan sayur milik warga. Jalur ini relatif tidak bercabang sehingga anda hanya perlu menyusurinya saja kurang lebih 5 - 10 km sampai ke pertigaan Tasik - Talaga Bodas - Garut. Pertigaan ini memiliki papan petunjuk arah, sehingga anda tidak akan kesulitan mencari rute menuju Talaga Bodas.
Penunjuk arah pertigaan ke Talaga Bodas. Sumber: internet
Di pertigaan ini, anda bisa beristirahat sejenak sambil melihat indahnya perkebunan sayur dengan background gunung piramida yang booming diberitakan beberapa tahun belakangan. 
Gunung Sadahurip, Garut
Setelah puas beristirahat dan foto-foto, anda bisa melanjutkan perjalanan ke talaga bodas kurang lebih 15 - 20 menit karena jarak dari pertigaan ini ke pintu gerbang Talaga Bodas sudah relatif dekat.

Gerbang masuk Talaga Bodas
Sesampainya di pintu gerbang, anda akan disambut dengan ramah oleh petugas penjaga Cagar Alam Talaga Bodas. Adapun biaya yang harus anda keluarkan untuk menikmati panorama Talaga Bodas ini hanya Rp. 5.000,. /orang ditambah biaya masuk kndaraan tergantung tipe. Jika anda menggunakan kendaraan roda dua, anda hanya perlu membayar Rp. 5.000,. saja. Sekedar tambahan informasi, tarif ini berbeda-beda tergantung dari mana anda berasal. Adapun kategorinya adalah wisatawan lokal, luar kota dan wisatawan mancanegara.

Dari pintu gerbang ini anda hanya perlu berjalan kaki sejauh 200 - 300 meter. Bagi anda yang tidak senang berolahraga, anda juga bisa menggunakan jasa ojek yang tersedia di sana.
Selamat mencoba... dan salam #PesonaIndonesia

Jalan masuk Talaga Bodas






Sahabat

Sahabat..
Ya, sahabat
Orang yang mungkin saja keberadaanya jauh secara fisik, tapi hatinya selalu dekat.

Sahabat, orang yang selalu berkata kasar bahkan mungkin seperti menghina tapi itu semua hanya sebatas bercanda.
Sahabat, tempat berbagi cerita, petualangan, ide, pendapat, beradu argument dan saling berbagi pengalaman.

Sahabat, bukanlah mereka yang bermulut manis tapi hatinya tidak perduli.
Melainkan mereka yang berbagi kebahagiaan bersamamu dan disisi lain kau juga mengetahui kesedihan mereka walaupun mereka berusaha menyembunyikannya darimu.

Sahabat, teman seperjuangan yang selalu berusaha memberi kita semangat yang bahkan kita tidak menyadarinya.

Sahabat, mereka adalah orang yang meskipun kita sudah meninggal tapi mereka tetap mengingat kita dan mendoakan kita supaya diringankan dari siksa kubur.
Sahabat, Terimakasih.

Puncak Gunung Sawal


Sampurasun buat uwa-uwa semua yang tertarik atau lagi nyari informasi tentang Gunung Sawal Ciamis.

Langsung aja ya, kali ini kita akan ngebahas sebuah gunung yang terdapat di kabupaten Ciamis yaitu Gunung Sawal.

Gunung Sawal adalah gunung dengan hutan lebat yang dipenuhi beraneka ragam flora dan fauna. Tapi meskipun demikian, hanya sedikit orang yang tahu bahwa gunung Sawal ini secara resmi sudah lama terdaftar sebagai salah satu suaka margasatwa yang ada di Indonesia.


Gunung ini memiliki beraneka ragam flora dan fauna langka yang sudah hampir punah. Beberapa diantara hewan langka yang ada di suaka margasatwa ini adalah macan tutul, elang jawa, saeran, anis merah dan beberapa jenis burung cantik lainnya.

Gunung ini adalah gunung yang menjadi icon Kabupaten Ciamis. Bahkan salah satu puncaknya (yang sompak pada gambar di atas) dijadikan sebagai bagian latar dari lambang kabupaten Ciamis. Silakan lihat gambar di bawah kalau tidak percaya.
Lambang Kabupaten Ciamis
Gunung yang ada pada lambang di atas adalah Gunung Sawal bila dilihat dari daerah sebelah selatan Kabupaten Ciamis. Biar lebih yakin, coba saja lihat Gunung Sawal dari daerah Kecamatan Sindangkasih, Cikoneng, Ciamis dan Sadananya.

Gunung Sawal sendiri adalah gunung yang terdiri dari beberapa puncak dengan posisi melingkar. Hal tersebut membuat kita agak sulit untuk menentukan mana puncak tertingginya jika hanya mengandalkan penglihatan dari satu titik pandang saja. Sehingga, cara supaya kita dapat mengetahui puncak tertingginya adalah dengan menggunakan altimeter, atau alat untuk mengukur ketinggian suatu tempat dari permukaan laut.

For your information, berdasarkan terrainnya, ada kurang lebih 4 titik dari Gunung Sawal yang mencapai ketinggian diatas 1700 mdpl. Dan puncak tertinggi Gunung Sawal berada pada ketinggian 1764 mdpl, berlokasi di blok Karantenan yang merupakan perbatasan teritorial Gunung Sawal antara wilayah Kec. Cihaurbeuti dan Kec. Panjalu. #cmiiw

Ciri dari puncak gunung ini adalah terdapatnya kolam atau kubangan air.


Sebagai gunung yang memiliki banyak spot camping andalan di kabupaten Ciamis, bila dilihat dari ketinggiannya Gunung Sawal ini memang termasuk biasa-biasa saja. Tapi jangan salah, keistimewaan gunung ini memang bukan pada ketinggiannya, melainkan pada kontur alam, keperawanan hutan alami yang terjaga beserta kearifannya.

Karena itu, bagi semua temen-temen yang mau menjajal gunung ini, tolong dijaga kelestariannya ya. Jangan membuang sampah di gunung dan bawa kembali sampahmu!

Dan tak lupa pula, untuk penyuka satwa apalagi yang langka, jangan memburu hewan-hewan cantik/langka yang ada di gunung ini.

Cukup abadikan saja keindahan mereka di habitat aslinya dalam bentuk photo/video. Kan jaman udah modern. Lagipula memburu hewan langka adalah perbuatan melanggar hukum.

Untuk masalah air, sumber-sumber air yang berada di gunung ini sangat jernih dan sejuk. Sehingga sangat memanjakan sekali bagi para pendaki yang ingin menikmati segarnya air pegunungan yang masih sangat terjaga.

Keterjagaan kualitas kesegeran air di sungai-sungai kecil dalam gunung ini, membuat air dapat dikonsumsi langsung. Rasanya kaya ada manis-manisnya gitu.


Jika temen-temen berminat untuk mendaki puncak dari gunung ini, ada beberapa jalur yang dapat digunakan. Tapi jalur yang paling direkomendasikan untuk mencapai titik ini adalah:

Jalur pendakian puncak Gunung Sawal

Jika temen-temen ingin muncak di puncak Gunung Sawal, temen-temen bisa menggunakan jalur pendakian Karantenan - Panjalu. Letaknya berada di Dusun Tembong, Desa Kertamandala (dari taman Borosngora Panjalu, menuju perempatan dekat alfamart, masuk ke arah selatan). Jalur ini adalah jalur alternatif yang menghubungkan kecamatan Panjalu dengan kecamatan Panumbangan via desa Mandalare.

Jalur ini adalah jalur yang paling mudah bagi para pendaki untuk bisa naik ke puncak Gunung Sawal. Karena saat ini jalan dari Panjalu menuju Desa Kertamandala sudah beraspal hotmix.

Adapun estimasi waktu pendakian dari perkampungan (rumah kuncen) yang berada di Dusun Tembong sampai ke puncaknya membutuhkan waktu kurang lebih 2 sampai 3 jam.